Tuesday, May 13, 2014
?
Blog sementara vakum dulu yaa.. Lagi sibuk di dunia nyata. Udah g sempet lagi nulis2 di dunia maya..
Tuesday, February 18, 2014
Strategi Bisnis Dari DELL Inc.
![]() |
| DELL Inc. |
Siapa DELL Inc. ?
DELL Inc.
adalah sebuah perusahaan komputer berbasis internasional yang dikembangkan oleh
seorang bernama Michael Dell dari US. Dia memulai bisnis di dunia komputer saat
usianya pada usia 13 tahun. Michael Dell mulai menjalankan bisnis dari email lengkap dengan
katalog dan menjual secara grosir
hingga $2.000 per bulan. Pada usia 17 tahun ia sudah mampu membeli
BMW dari hasil bisnisnya.
Pada tahun 1983 Dell mencoba untuk
memasuki dunia pendidikan dengan mendaftarkan diri senagai calon dokter pada Texas University, Texas. Namun ia
memilih untuk beralih ke dunia komputer kembali dan memulai bisnis kembali
dengan menjual komponen PC di akademi komputer. Ia memasok berbagai komponen
komputer dari komputer IBM seperti RAM, disk drive, dll dengan
harga yang lebih rendah 10 - 15%. Pada bulan April 1984 ia telah mampu
menghasilkan $80.000 / bulan.
![]() |
| Michael Dell, founder |
Strategi seperti apa yang diterapkan oleh DELL Inc. ?
1. Supply Chain Management dan Just In Time
![]() |
| Supply Chain Dell |
Dell menerapkan sistem penjualan secara langsung
kepada pelanggan. Maka dari Itu Dell tidak memerlukan pihak pengecer atau
penghubung ke konsumen yang terkadang menekan harga terlalu tinggi. Dari sini
dell dapat mengurangi inventory dan
meningkatkan return on capital. Pada tahun
1997 Dell tidak hanya menjadi model dari Just
In Time Manufacturing, tetapi juga perusahaan yang menetapkan sendiri waktu
standar untuk perusahaan-perusahaan anggota supply
chain dari alur produksi Dell. Misalnya saja sebagian besar dari komponen
hanya boleh disimpan di gudang Dell selama rata-rata 15 menit saja. Dell
mempunyai pabrik di Austin (Texas), Limerick (Ireland) dan Penang (Malaysia)
dan ketentuan tersebut berlaku untuk ke tiga pabrik tersebut. Banyak dari komponen
tersebut tidak boleh dipesan sebelum Dell menerima pesanan dari pelanggan. Model
direct selling atau direct business model yang dikembangkan
Dell tersebut, menghasilkan keuntungan-keuntungan sebagai berikut :
a. Mengurangi inventory
b. Berarti mengurangi inventory carrying cost
c. Mengurangi biaya penjualan
d. Menambah fleksibilitas dalam menghadapi perkembangan pasar
e. Langsung berhubungan dengan pelanggan sehingga mampu langsung
memberikan layanan pada pelanggan
2. Value Chain Management dan Just In Time
Dengan melakukan penjualan secara langsung kepada konsumen, Dell dapat
meminimalkan biaya dalam jalur distribusi dari setiap produknya. Pada bagian
ini akan dijelaskan fungsi dan aktivitas pendukung yang terjadi di procurement,
customer order, manufacturing dan distribution pada Dell Computer. Dell menjual
komputer langsung ke pemakai akhir.
“Kita minta Airbone Express
atau UPS untuk mengambil 10.000 komputer di Texas sehari dan pergi ke Mexico
untuk mengambil monitor sejumlah yang sama dari pabriknya Sony. Kemudian,
ketika kita semua tidur, mereka merakit komputer dengan monitornya dan kemudian
mengirimnya ke pemesan.”
- Procurement
Procurement atau pengadaan merupakan aktivitas menyediakan bahan baku untuk
proses produksi. Pada Dell berarti pengadaan bahan-bahan yang akan dirakit dan
menjadi produk jadi. Di pernyataan dari Dell di atas dapat diketahui kalau Dell
menggunakan jasa dari third-party untuk mengantarkan bahan baku dari
tempat-tempat di Amerika untuk di antar ke pabrik Dell, lalu dirakit.
Dalam sistem JIT, Dell juga mengembangkan E-Procurement dan aliran
informasi yang terintegrasi antara Dell, supplier, dan pelanggan. Saat
pelanggan memesan sebuah produk ke Dell, maka supplier di waktu yang sama (real
time) mendapatkan informasi yang membuat mereka mengerti seberapa banyak produk
yang harus dikirim ke pabrik Dell.
- Customer Order
Pesanan pelanggan pada Dell Computer merupakan titik awal dari setiap
aktivitas yang akan dilakukan pada aliran proses produksi dan distribusi produk
Dell. Seperti yang diulang-ulang pada bagian-bagian sebelumya, Dell menganut
sistem assembly-to-order atau beroperasi ketika terdapat pesanan dari
pelanggan. Di bawah ini terdapat gambar dari interface website untuk melakukan
pemesanan.
Interface Pemesanan Dell melalui Website
Konsumen sebagai titik awal dan titik akhir proses memiliki peran untuk
melakukan pesanan dan menentukan seperti apa barang yang diingikannya.
Aktivitas yang dilakukan pelanggan tentunya memesan produk, baik via website
atau telepon dan melakukan pembayaran maksimal 24 jam setelah pemesanan.
- Manufacturing
Proses manufacturing yang terjadi pada perusahaan Dell Computer adalah
perakitan dari bahan-bahan yang diproduksi oleh pabrik-pabrik supplier. Menurut
sumber yang ada, proses produksi memakan waktu 36 jam dan itu bukan karena
proses perakitan yang lama, tetapi proses pengecekan kualitas dari produk.
- Distribution
Distribusi atau hantaran merupakan aktivitas pemindahan barang (biasanya
produk jadi) dari satu tempat ke tempat lain. Kembali ke pernyataan Dell di
atas, Dell menggunakan jasa dari pengiriman barang untuk mengantarkan produk
sampai ke tangan konsumen setelah dirakit oleh pabrik Dell.
***
Pada suatu proses bisnis dikenal adanya lead time dan supply chain time,
keduanya merupakan waktu delay dari pesanan ke penerimaan pelanggan. Dell
memiliki slogan yang menggambarkan lead time yang dapat terjadi pada proses
bisnisnya, yaitu “apabila kita memiliki persediaan untuk 11 hari, sedangkan
pesaing kita memiliki untuk 80 hari maka pada saat misalnya ada chips baru dari
Intel, kita akan bisa memasarkannya 69 hari lebih cepat”. Pada referensi lain,
untuk melakukan pembelian ke Dell, pelanggan cukup memutar saja nomor Website
dan mengikuti petunjuk yang ditayangkan di layar monitor. Pelanggan akan
menerima konfirmasi pesanannya dalam waktu 5 menit setelah memesannya dan dalam
waktu 36 jam (3 hari) sesudah itu, pesanannya akan selesai dibuat dan keluar
dari production line untuk dimuat di truk pengangkut. Sebagian besar dari waktu
yang digunakan bukan untuk asembling produk tersebut, tetapi untuk pemasangan
software dan pengetesannya. Dell mengharapkan bahwa pembayaran dapat dilakukan,
dengan credit card melalui internet, dalam waktu 24 jam sesudah pemesanan
dilakukan. Bandingkan misalnya dengan pesaingnya yang besar seperti Compaq,
yang harus menunggu pembayaran sampai 35 hari dari penyalur utamanya.
Dengan kata lain, primary activity
atau aktifitas utama dari perusahaan Dell dapat dianalisis sebagai berikut :
- Operasi
Dell Inc telah berusaha untuk menghasilkan produkk - produk baru sperti
printer, jasa penyimpanan dll. Hal ini dikarenakan perusahaan berdasarkan fakta
tidak memiliki pengalaman di lapangan dan menjadi sukses dengan hanya menjaga
biaya rendah dan respon pelanggan cepat di dalamnya.
“Operasi Dell telah sangat
efektif dalam hal pengelolaan tingkat persediaan mendekati nol dan membuat
pemasoknya menemukan gudang dan pabrik-pabrik mereka dekat dengan manufaktur
Dell sendiri dan unit perakitan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan telah
menerapkan manufaktur JIT” (Riley, 2008).
Selain itu, sebagai akibat dari struktur yang efisien, perusahaan
meningkatkan margin keuntungan dengan menjual komputer secara langsung ke
pengguna akhir yang juga mendorong hubungan pelanggan perusahaan (Gray, 2007).
19% dari pendapatan US $ 32 miliar 2002 berasal dari bisnis non PC, perusahaan
harus mengadopsi rantai nilai baru berdasarkan berbagai produk.
- Logistik Inbound
Cara Dell mengelola pasokan persediaan dan pemasok sangat populer.
Namun, perusahaan masih harus melakukan investasi lebih lanjut dalam rangka
mengatur sistem handal perusahaan yang berurusan bukan hanya sekedar mengenai
komputer.
Apabila permintaan produk meningkat, bahkan jika perusahaan tidak
memproduksi sendiri (Perjanjian dengan Lexmark untuk menghasilkan printer
bermerek Dell), Dell harus memonitor semua produk baru dan melaksanakan respon
yang baik yang sama dan strategi biaya rendah mereka.
- Logistik Outbound
Selama Dell meningkatkan jumlah produk baru, maka mereka akan memiliki
permintaan yang lebih besar. Dalam meningkatnya tingkat permintaan, perusahaan
harus meningkatkan dan memperbaiki cara mendistribusikan produk jadi kepada
pelanggan seperti sebelumnya.
Perusahaan telah terkenal untuk sistem order online yang membantu untuk
melacak pesanan dari manufaktur adalah salah satu keuntungan dari perusahaan
atas pesaingnya. Oleh karena itu, distribusi logistik harus dievaluasi dan
dikaji ulang untuk bisa fit untuk tujuan tersebut.
- Penjualan dan Pemasaran
Kewajiban Dell yaitu harus membedakan produk dari para pesaingnya.
Karena itu, untuk menjaga hal ini perusahaan harus meningkatkan kesadaran
pelanggan untuk produk baru seperti printer, jasa penyimpanan dan lain-lain.
Untuk masuk ke pasar yang sudah ada dengan produk baru, Dell telah
melakukan serangkaian promosi penjualan dan iklan untuk membuat pelanggan
menyadari produk baru, karena tidak mudah untuk bersaing dengan raksasa lain
seperti pasar IBM di pasar yang sama.
Selain itu, Dell memiliki keunggulan kompetitif atas pesaingnya dalam
penjualan online (Dell adalah perusahaan pertama untuk membuat $ 1.000.000
penjualan online pada komputer) sehingga perusahaan harus fokus pada promosi
produk baru secara online.
- Layanan
Dell sangat terkenal untuk menyediakan layanan pelanggan yang baik
sebelum dan sesudah penjualan. Perusahaan ini memiliki hubungan baik dengan
usaha kecil dan besar seperti EDS, Cox Communications, Inc dan lain-lain.
Dell telah menawarkan layanan pasca penjualan melalui website Dell.com
Premier di mana pelanggan dapat log in dan memilih konfigurasi yang tepat untuk
sistem IT mereka. Dukungan pra dan pasca penjualan perusahaan adalah gambaran
yang sangat baik bagi perusahaan dan dapat dimasukkan sebagai bagian dari
keunggulan kompetitif perusahaan.
Selain itu, untuk menjaga dan mempertahankan reputasi baik dari
pelanggan untuk pra dan pasca penjualan, perusahaan harus memastikan bahwa mitra
baru seperti Lexmark (untuk printer) juga harus mengadopsi pelanggan yang sama
dan fokus penjualan.
***
Dell Computer Corporation
merupakan perusahaan komputer terbesar di dunia yang melakukan penjualan
produknya secara langsung. Analisa Porter perusahaan Dell Inc, mereka memiliki
ancaman dari produk pengganti berupa smartphone dan tablet yang memiliki fungsi
hampir sama dengan komputer, ancaman dari pesaing industry seperti HP, Acer,
dan Lenovo. Dell juga memperhatikan bagaimana melayani pelanggan dengan baik
melalui proses customer order dan layanan-layanan yang ada saat pemesanan,
pembayaran, maupun layanan purna jualnya. Proses manufacturing yang terjadi
adalah proses perakitan dan pengecekan, seperti install software dan pengecekan
fungsi produk. Dell mengembangkan E-Procurement guna mendukung metode JIT yang
diusungnya. Aliran informasi yang terintegrasi mendukung supplier untuk
mengirimkan bahan baku hanya sebanyak yang diperlukan oleh Dell. Pada level
distribusi, Dell menggunakan jasa pengiriman barang, baik distribusi bahan baku
maupun produk jadi.
Referensi :
Haryono. 2013. Analisa Porter, Penerapan Sistem Just In
Time, Value dan Supply Chain Managemen
Pada Perusahaan Dell Inc. Online : http://drafharyono.blogspot.com/ [18 Februari 2014]
Farfan, Barbara. Dell Computer - Facts, Research, History,
Trivia, Mission Statement and Quotes.
Online : http://www.about.com/ [18 Februari
2014]
Tirta, Yoga. 2012. Supply Chain Management pada Perusahaan Dell
Computer. Online: http://informationsytem.blogspot.com/
[18 Februari 2014]
Sunday, February 9, 2014
Bangsa Ini Maju ke "Belakang"
Kita tau bahwa maju itu hanya ada ke depan dan sudah pasti ke depan. Mengapa thread ini saya mengatakan bahwa bangsa ini maju ke "belakang" ? Banyak faktor dari negara ini yang menyebabkan mundurnya bangsa ini. Salah satunya berasal dari salah satu fakor yang sangat berpengaruh, dunia pendidikan.
Miris jika dilihat pada saat ini. Dunia pendidikan kita tertinggal jauh dari negara - negara tetangga seperti Malay, Singapore, dan negara - negara asia tenggara lainnya. Di era 90-an para mahasiswa dari negara tetangga berbondong bondong datang ke Indonesia untuk menuntut ilmu. Pada era itu seluruh tenaga pengajar di negara ini bisa dibilang yang paling mumpuni di antara negara tetangga lainnya.
Namun, apa fakta saat ini? Sudah terbalik. Saat ini kita lah yang berbondong - bondong menuju negara lain. Mulai dari Kuala Lumpur, Adelaide, bahkan Munich, Paris, London, dll. Untuk ukuran perguruan tinggi negara kita saat ini tertinggal di belakang negara - negara lain. Dalam Webometric, posisi perguruan - perguruan tinggi Indonesia masih menempati posisi angka ratusan dari seluruh dunia.
Apa yang menyebabkan ini semua terjadi? Banyak hal yang mendorong mahasiswa Indonesia untuk belajar di luar negeri. Beberapa diantaranya akan di ulas di bawah yang dikutip dari chrisphdlife.wordpress.com simak berikut :
- Pride (kebanggaan pribadi)Bagi sebagian individu, belajar di luar negeri adalah suatu pride bagi diri sendiri. Mengapa? Karena di luar negeri dunia pendidikannya lebih maju sehingga berkompeten untuk menuntut ilmu demi bekal profesi kemudian hari. Tentu ini menjadi kebanggaan sendiri untuk dapat belajar di luar negeri.
- Lingkungan belajar yang berbedaPernah mendengar peribahasa, “mutiara di lumpur tetaplah mutiara” ? Peribahasa ini biasanya digunakan sebagai argumen untuk pernyataan “hebatnya seseorang tergantung dirinya sendiri dan bukan lingkungan”. Well, sayangnya, manusia bukan mutiara. Manusia akan nge-blend (bercampur) dengan lingkungannya. Nah, belajar di luar negeri membuat kita memiliki lingkungan akademik yang (mestinya) lebih keras dan berkualitas dibandingkan di Indonesia. Di Jepang sana, mahasiswa sangat bekerja keras untuk mendapatkan hasil riset yang baik, hal itu membuat saya menjadi semakin termotivasi untuk memperoleh hasil yang baik pula. Terlebih apabila ada tekanan darisupervisor (pembimbing), kita harus makin terpacu untuk memberikan yang terbaik.
- Duta bangsaBelajar di luar negeri bukan hanya membawa nama pribadi. Kita membawa nama institusi (universitas ketika di Indonesia) terlebih membawa nama Indonesia. Kita harus bisa memperkenalkan budaya bangsa sendiri kepada orang lain. Selain itu, kita harus meninggalkan kesan baik di luar sana, sehingga nama bangsa Indonesia bisa mendapat apresiasi yang baik.
- Batu loncatan untuk karir selanjutnyaKetika kita belajar di luar negeri (dengan asumsi kita berprestasi baik), maka akan berdatangan tawaran untuk karir selanjutnya. Apabila kita sedang S2 (master), maka tawaran untuk S3 akan berdatangan. Ketika S3, tawaran untuk Post Doc akan terbuka. Perkara yang besar akan datang dengan sendirinya ketika kita setia dengan perkara kecil.
***
Selain semua itu, permasalahan lain adalah banyaknya orang "jenius" bangsa ini yang lebih memilih untuk bekerja dan mengabdikan diri pada negara lain. Ironis namun ini nyata. Mereka lebih memilih untuk berada di luar negeri daripada di negeri ini. Tidak dipungkiri, upah kerja disana jauh dari upah kerja disini. Selain itu mereka difasilitasi segala macam untuk menunjang kehidupannya disana. Berbeda dengan disini. Selain upah kerja yang minim, negara ini kurang memperhatikan para jenius - jenius negara ini sehingga mereka lebih memeilih untuk mengabdikan ide - idenya untuk perkembangan negara lain. Inilah yang menyebabkan negara ini dapat dikatakan mundur ke "belakang". Sebenarnya negara ini mampu untuk lebih unggul jauh dari negara lain. Namun sayang, negara ini masih "memandang sebelah mata" terhadap orang - orang pintar dan lebih memajukan politik yang sedikit demi sedikit telah merayapi uang rakyat.
Subscribe to:
Posts (Atom)





